Usai Cabuli Anak Ibu Muda Ini Sempat Diminta Buat Video Dengan Kakek-kakek

Polisi telah mempertimbangkan seorang ibu muda inisial AK (26) sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual anak. Penetapan tersangka ini pengaruh ulah ibu muda tersebut membikin video vulgar bersama anak kandungnya yang masih kecil.

Dalam proses penyidikan, terbongkar fakta baru bahwa AK ternyata tak hanya diminta untuk membikin video vulgar bersama anak kandungnya, namun juga dengan kakek-kakek. Orang yang menyuruhnya yakni pemilik akun Facebook Icha Shakila.

Ia itu disajikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi. Saat mengatakan, tersangka kembali diperdaya setelah mengirimkan video vulgar bersama sang anak. Melainkan itu, AK diminta mengirimkan lagi fotonya tanpa busana.

Permintaan dilayangkan oleh pemilik akun Facebook Icha Shakila sebagai syarat agar uang yang dijanjikan bisa dicairkan. Sesudah, tersangka AK menolak.

“Malahan ditagih-tagih, tak dibayar. Ia diminta lagi untuk mengirimkan lagi foto tiendasdeconveniencia.org tersangka dengan tanpa busana. Saat keberatan,” sebut ia.

Ade Ary mengatakan, tersangka AK kemudian melapor ke suaminya. Ade membeberkan respon suami AK saat mendengar cerita tersebut.

Akibatnya AK, suaminya sempat mengingatkan agar tak mudah percaya dengan iming-iming orang yang baru diketahui.

“Melainkan ia lapor ke suaminya, suaminya sempat naik pitam, kemudian mengungkapkan, hati-hati itu dusta,” sebut Kabid Humas Polda Metro Jaya menirukan keterangan suami tersangka.

Lapor ke Suami
Di sisi lain, tersangka AK kembali menagih terhadap pemilik akun untuk mentransferkan uang sesuai dengan janjinya. Lagi-lagi, pemilik akun mengajukan syarat. Sesudah, ditolak oleh tersangka.

Ade Ary mengatakan, suami dari AK kembali mewanti-wanti agar berhati-hati dengan iming-iming tersebut.

“Iya yang ketiga dengan aki-aki, belum (dijadikan). Kan setelah mengirimkan video pencabulan dengan buah hatinya, terus kan menagih terhadap akun FB Icha ini ‘mana (uangnya)’ tak berharap terus diulangi yang kedua kirim foto tanpa busana ia tak berharap. Nah kemudian hingga yang ketiga, jika hingga berharap ya udah kamu terkait dengan aki-aki dan kirim videonya, kemudian ia lapor suaminya,” papar ia.

Dijerat Pasal Berlapis
AK sendiri telah dicokok polisi di Kampung Rawa Ilat, Cileungsi Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis 6 Juni 2024 sekitar jam 05.00 WIB kemarin. Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita beberapa barang bukti.

“Handphone, pakaian yang diaplikasikan oleh si ibu dan anak disita sebagai barang bukti,” ujar ia.

Ade Ary mengatakan, polisi juga telah mempertimbangkan AK sebagai tersangka. Dalam kasus ini, AK dijerat dengan Pasal berlapis yakni KUHP, Undang-Undang ITE, Undang-Undang Pornografi, dan Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Pasal 294 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 perihal perubahan kedua Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 perihal Anak dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 29 jo Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 perihal Pornografi dan atau Pasal 88 jo Pasal 76 I Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 perihal perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 perihal Perlindungan Anak,” papar Ade Ary.

error: Content is protected !!