Update PHPU 2024: MK Terima 2 Sengketa Pilpres dan 61 Permohonan Hasil Pileg

Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono memperkenalkan, permohonan perselisihan hasil pemilihan lazim (PHPU) sudah resmi ditutup semalam. Total, terdapat dua permohonan untuk Pilpres 2024 dan 56 permohonan untuk Pemilu Legislatif (Pileg).

“Menurut data yang diterima hingga Sabtu (23/3) pukul 19.35 WIB, MK sudah terima 2 PHPU Pilpres, 59 permohonan sengketa Pileg DPR RI, dan 2 DPD RI,” kata Fajar seperti dikutip Pekan (24/3/2024).

Fajar membeberkan, untuk pemohon hasil sengketa Pileg 2024 batas akhir pengajuan permohonan sudah ditutup pada Sabtu (23/3) Pukul 22.19 WIB dan Pilpres merupakan Pukul 24.00 WIB. Soal batas hal yang demikian, rujukannya merupakan tata tertib MK nomor 5 tahun 2003.

Bilamana ada kekurangan berkas atau alat bukti yang belum komplit dilampirkan dikala pendaftaran permohonan, Fajar mempertimbangkan pemohon dapat ditambahkan dikala pelaksanaan persidangan.

\\\”Bisa penambahan berkas, penambahan alat bukti, itu dapat. Ketika persidangan https://numerounosantaclarita.com/ pun boleh, jadi seumpama dikala ada penambahan alat bukti, nanti diperkenalkan dikala persidangan, nanti akan dipecahkan di situ,\\\” Fajar menandasi.

Sebagai isu, terhadap sengketa hasil Pilpres 2024, dua pemohonnya, merupakan pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Kemudian untuk Pileg, hadir dari beragam partai antara lain Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Garuda, Partai Hanura, Partai Perindo, PAN, Partai Adil Sejahtera Aceh, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Demokrat.

Sidang PHPU Digelar 27 Maret 2024
Diketahui, sidang PHPU 2024 dijadwalkan digelar pada 27 Maret 2024. Sidang PHPU Pilpres digelar secara pleno dengan total 8 hakim MK turut bersidang selain Hakim Anwar Usman sebab putusan pelanggaran etik Majelis Kehormatan MK.

Sedangkan untuk sidang PHPU Pileg 2024, MK akan menggelarnya secara terpisah dengan total berjumlah tiga panel. Masing-masing panel akan diisi tiga hakim dan dipandu ketua yang berbeda merupakan Suhartoyo, Salsi Isra, dan Arief Hidayat.

 

error: Content is protected !!