Umat Hindu Memadati Masjid Lain yang Disengketakan di India

Umat Hindu Memadati Masjid Lain yang Disengketakan di India

Ribuan umat Hindu berbondong-bondong mendatangi web Masjid Gyanvapi abad ke-17 di India, tempat para pendeta Hindu diizinkan untuk berdoa berasal dari ruang bawah tanah didalam perselisihan sektarian terbaru berkenaan tempat-tempat suci.

Pengadilan menentukan pada 31 Januari bahwa para pendeta Hindu dapat mengfungsikan anggota masjid di kota suci Varanasi, di negara anggota Uttar Pradesh yang paling padat penduduknya di India, sehabis survei arkeologi menyebutkan bahwa masjid berikut dibangun sehabis penghancuran sebuah kuil di sana.

Klaim agama yang saling bertentangan telah memecah belah India – yang mayoritas penduduknya beragama Hindu sekitar 80% berasal dari 1,42 miliar penduduknya, tetapi terhitung merupakan negara bersama dengan populasi Muslim terbesar ketiga di dunia – sejak kemerdekaan berasal dari pemerintahan Inggris pada 1947.

Para pendeta Hindu di kuil Kashi Vishwanath yang bersebelahan, yang didedikasikan untuk Dewa Siwa, saat ini melakukan ibadat di ruang bawah tanah masjid Gyanvapi lima kali sehari, kata pendeta Ashutosh Vyas, yang berasal berasal dari salah satu keluarga pemohon didalam kasus hukum tersebut.

“Setiap hari, lebih berasal dari 10.000 orang mendatangi kawasan Gyanvapi untuk lihat sekilas junjungan mereka berasal dari kejauhan,” katanya. “Jumlahnya telah meningkat sejak perintah pengadilan. Masyarakat amat menantikan untuk lihat sebuah kuil di lokasi tersebut.”

Reuters tidak dapat memverifikasi secara berdiri sendiri kuantitas pengunjung. Seorang pejabat pemerintah, yang menampik disebutkan namanya, menyebutkan banyak berasal dari puluhan ribu jamaah yang singgah ke Kashi Vishwanath saat ini terhitung mendatangi tempat dekat masjid tempat tempat ibadah Hindu dapat dilihat.

Perwira polisi senior Ashok Mutha Jain menyebutkan tidak ada perubahan didalam pengaturan keamanan kawasan bersama dengan petugas kenakan pakaian preman didalam tiga shift, dan juga angkatan bersenjata dan tidak bersenjata, menjaganya seperti sebelumnya.

Baca Juga: https://bringinghappyback.org/dikabarkan-pisah-jalan-dengan-suami-ini-daftar-film-ria-ricis/

Syed Mohammad Yaseen, sekretaris gabungan komite masjid Gyanvapi, menyebutkan umat Islam tetap salat lima sementara di sana. “Tetapi aku agak kuatir berkenaan keamanan masjid karena pooja (ibadat umat Hindu) telah dimulai dan sebagian slogan yang tidak pantas pernah dilontarkan,” tambahnya, tanpa menyebutkan secara spesifik.

Syed Tufail Hasan, seorang anggota parlemen Muslim berasal dari partai oposisi Samajwadi, menyebutkan perselisihan masjid-kuil harus diselesaikan secara damai. “Di mana ini berakhir? Tidakkah mereka menyadari betapa konflik seperti ini dapat melemahkan negara?” katanya kepada wartawan.

Tempat Kelahiran Dewa Rama

Perdana Menteri Narendra Modi, seorang pejuang agama Hindu yang bisa saja dapat memenangkan jaman jabatan ketiga didalam pemilu yang dijadwalkan pada Mei, bulan selanjutnya memimpin pentahbisan sebuah kuil untuk dewa Hindu Rama di lokasi masjid lain yang dihancurkan oleh massa Hindu pada 1992.

Banyak umat Hindu percaya bahwa Dewa Rama lahir di sana dan masjid di kota Ayodhya, terhitung di Uttar Pradesh, dibangun di atas sebuah kuil yang dihancurkan oleh penjajah Muslim. Kelompok Muslim menyangkal hal itu. Perselisihan lain berkenaan masjid lain di negara anggota itu, di kota suci Hindu Mathura, terhitung sedang diproses di pengadilan.

Para pendukung Muslim menyebutkan hak-hak minoritas dan tempat ibadah mereka, ditambah penduduk sekuler India, berada didalam ancaman. Mereka memperdebatkan versi peristiwa penghancuran candi Hindu.

Sekitar 14% populasinya beragama Islam.

Umat Muslim menuduh partai nasionalis Hindu yang dipimpin Modi melakukan diskriminasi pada mereka dan menerapkan undang-undang yang mengganggu kepercayaan mereka. Modi menyangkal hal ini tetapi suasana berikut telah membawa dampak kekerasan sporadis pada ke-2 komunitas tersebut.

Ketua Menteri Uttar Pradesh Yogi Adityanath, seorang biksu Hindu berasal dari Partai Bharatiya Janata yang mengusung Modi, menyebutkan kepada majelis negara anggota pada Rabu bahwa saat ini kuil Ayodhya telah diresmikan, para dewa berasal dari dua web lainnya, Siwa berasal dari Varanasi dan Krishna berasal dari Mathura, “adalah tidak dapat menunggu”.

error: Content is protected !!