Top 3 Dunia: Taksi Terbang Arab Saudi sampai Ibadah Haji didalam Bayangan Genosida di Gaza

Top 3 Dunia

Berita Top 3 Dunia terhadap Jumat 14 Juni 2024 di awali oleh kabar Arab Saudi jalankan uji cobalah pertama taksi terbang tanpa pilot di Mekkah terhadap Rabu, 12 Juni 2024. Taksi terbang ini bertujuan melayani jamaah haji. Sementara di kronologis kedua, sebagian warga Gaza mengkritik group militan Hamas, sebab gagal mengakhiri perang bersama dengan Israel. Perang sejak Oktober tahun lalu itu udah menghancurkan hidup mereka. Adapun di kronologis ketiga, lebih dari dua juta jamaah haji berada di Mekah pada, Arab Saudi, terhadap Jumat 14 Juni 2024 untuk memulai ibadah haji.

Berikut Top 3 Dunia selengkapnya.

1. Arab Saudi Uji Coba Taksi Terbang Tanpa Pilot untuk Layani Jemaah Haji

Arab Saudi jalankan uji cobalah pertama taksi terbang tanpa pilot di Mekkah terhadap Rabu, 12 Juni 2024. Taksi terbang ini bertujuan melayani jamaah haji. Kendaraan hawa listrik eVTOL EH216-S lepas landas di dalam uji cobalah otonom yang dihadiri oleh Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Kerajaan Saleh al-Jasser.

Presiden Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) Abdulaziz al-Duailej. “Uji cobalah dijalankan untuk meyakinkan taksi hawa sanggup menambahkan fasilitas selama musim haji,” kata al-Jasser kepada Al Arabiya. Ia diwawancara selagi jalankan uji cobalah taksi terbang. “Kami menindaklanjuti semua teknologi yang ada untuk jadi negara pertama yang sanggup meraih kegunaan berasal dari fasilitas ini, lebih-lebih dalam melayani jamaah haji,” kata al-Jasser. Lebih berasal dari 1,5 juta jamaah sejauh ini sudah tiba di Arab Saudi untuk musim haji tahun ini, menurut Direktorat Jenderal Paspor Kerajaan di awal pekan ini.

Haji adalah ibadah haji tahunan ke Mekah di Arab Saudi dan merupakan keliru satu berasal dari lima rukun Islam dan kudu dikerjakan setidaknya satu kali oleh semua umat Islam yang sanggup melakukannya. Haji tahun ini diawali terhadap hari Jumat, 14 Juni 2024.

2. Warga Palestina di Gaza Kritik Hamas sebab Gagal Akhiri Perang bersama dengan Israel

Beberapa warga Gaza mengkritik group militan Hamas, sebab gagal mengakhiri perang bersama dengan Israel. Perang sejak Oktober tahun lalu itu udah menghancurkan hidup mereka. “Hamas udah memimpin rakyat Palestina ke di dalam perang pemusnahan,” kata Umm Ala, 67 tahun. Ia udah dua kali mengungsi selama lebih dari delapan bulan perang Hamas Israel.

Warga Gaza lainnya mengatakan penat bersama dengan perang. “Kami lelah, kita mati, kita hancur dan tragedi yang tak termasuk jumlahnya,” kata Abu Shaker, 35 tahun. “Apa yang kamu tunggu?” dia menanyakan kepada Hamas. “Apa yang kamu inginkan? Perang harus diakhiri bagaimanapun caranya. Kami tidak sanggup menanggungnya lebih lama lagi.” Terlepas dari kritik tersebut, survei di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel membuktikan Hamas jadi kekuatan politik paling terkenal di lokasi selanjutnya bersama dengan preferensi 40 persen, diikuti oleh Fatah yang mendominasi Otoritas Palestina di Ramallah bersama dengan 20 persen.

Baca Juga: 10 Fakta Menarik Jerman vs Skotlandia, Laga Pembuka Euro 2024 Malam Ini

Jajak pendapat yang ditunaikan oleh Pusat Penelitian Kebijakan dan Survei Palestina yang dirilis terhadap hari Rabu termasuk mengatakan bahwa dukungan terhadap serangan Hamas terhadap7 Oktober senantiasa tinggi. Pada awal Mei, Hamas mengumumkan bahwa mereka sudah terima perjanjian gencatan senjata, supaya menyebabkan warga Gaza bersorak merayakan.

3. Jutaan Umat Islam Memulai Ibadah Haji Dibayangi Genosida di Gaza

Lebih dari dua juta jamaah haji berada di Mekah pada, Arab Saudi, terhadap Jumat 14 Juni 2024 untuk memulai ibadah haji. Ibadah haji kali ini dibayangi serangan brutal Israel terhadap warga Palestina di Gaza dan suhu panas yang melelahkan. Saat para peziarah menuju Masjidil Haram, mereka diinginkan mencapai Mina, menandai dimulainya ritual haji dan mengikuti jejak Nabi Muhammad.

Belinda Elham berasal dari Indonesia, yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, menyatakan dia dapat “berdoa tiap-tiap hari supaya apa yang berjalan di Palestina berakhir”. Perang di Gaza dipicu oleh serangan Hamas yang belum pernah berjalan sebelumnya di Israel selatan pada 7 Oktober, yang membuat kematian 1.139 orang, beberapa besar warga sipil, berdasarkan angka formal Israel.

Hamas termasuk menyandera 251 orang. Dari jumlah tersebut, 116 orang masih berada di Gaza kendati tentara menyatakan 41 di antaranya tewas. Korban sandera tewas akibat pengeboman tanpa henti Israel dan tiga diantaranya ditembak mati oleh tentara Israel. Israel sebagai tanggapannya udah melancarkan serangan militer di Gaza yang udah membuat sedikitnya 37.232 orang tewas, beberapa besar adalah warga sipil, menurut kementerian kesehatan di lokasi yang dikuasai Hamas.

error: Content is protected !!