Tim Likuidasi Wanaartha Life Ungkap Nasib Nasabah yang Menolak Pembagian Aset Perusahaan Secara Proposional

Tim likuidasi PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau Wanaartha Life (dalam likuidasi) menyampaikan nasib pemegang polis pasca tim likuidasi menghapus ketetapan mengenai pemungutan suara (voting). Sebelumnya, voting bertujuan untuk menentukan mekanisme penyelesaian sisa harta perusahaan yang hendak dibagikan.

Ketua Tim Likuidasi Wanaartha Life (Dalam Likuidasi) Harvardy Muhammad Iqbal menyatakan bahwa hal utama yang direvisi oleh tim likuidasi adalah menghapus ketetapan voting.

“Jadi tidak harus ada vote setuju atau vote beijingtokyobistrosf.com tidak setuju,” kata Harvardy kepada Bisnis, Senin (29/1/2024).

Harvardy menyatakan bahwa semua pemegang polis Wanaartha Life yang udah terdaftar di dalam likuidasi dapat beroleh pembayaran secara proporsional berasal dari hasil pemberesan aset-aset likuidasi Wanaartha yang dapat dilakukan secara bertahap.

“Persoalan pemegang polis rela terima atau tidak terima pembayaran proporsional tersebut, hal selanjutnya adalah hak pemegang polis yang bersangkutan. Yang pasti, dana proporsional yang menjadi hak pemegang polis selanjutnya tidak dapat hilang, selalu dapat dicadangkan hingga berakhirnya likuidasi,” tuturnya.

Adapun setelah berakhirnya likuidasi, tetapi dana selanjutnya belum disita oleh pemegang polis, lanjut Harvardy, maka tim likuidasi dapat menitipkan dana selanjutnya kepada pengadilan.

Harvardy menyatakan bahwa pemegang polis yang udah mendaftar likuidasi dan dinyatakan valid oleh KAP, dan juga udah melengkapi semua dokumen pendukungnya berhak untuk beroleh pembayaran secara proporsional cocok ketetapan POJK No. 28/2015 https://waroengkenangan.com/ berasal dari hasil pencairan dan penjualan aset likuidasi Wanaartha Life yang dapat dilakukan oleh tim likuidasi.

error: Content is protected !!