Sekjen PBB Antonio Guterres Jauh dari Sasaran Pengaturan Pemanasan Global

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu (5/6/2024) mengatakan, dunia sedang berada pada peristiwa genting untuk menempuh sasaran-sasaran yang telah ditentukan dalam Perjanjian Paris 2015.

Dalam perjanjian itu terdapat kesepakatan untuk membatasi pemanasan global, di dikala Bumi mengalami 12 bulan terpanas secara berturut-ikut serta dalam sejarah, dikutip dari website VOA Indonesia, Jumat (7/6/2024).

“Kenyataannya, hampir sepuluh tahun slot depo 5k semenjak Perjanjian Paris diberlakukan, sasaran untuk membatasi pemanasan global jangka panjang sampai 1,5 derajat Celcius masih menggantung di ujung tanduk,” kata Antonio Guterres di Museum Sejarah Alam Amerika di New York.

“Organisasi Meteorologi Dunia melaporkan hari ini bahwa ada kemungkinan 80% suhu rata-rata tahunan global akan melebihi batas 1,5 derajat dalam setidaknya satu dari lima tahun ke depan,” katanya.

“Kita sedang bertaruh dengan planet kita,” ujarnya.

Sekjen PBB juga mengatakan bahwa 1% negara terkaya mengeluarkan polusi sebanyak dua pertiga dari semua umat manusia.

Dia juga mengatakan bahwa Bumi mewujudkan sekitar 40 miliar ton karbon dioksida setiap tahunnya dan akan menghabiskan anggaran karbon yang tersisa sekitar 200 miliar ton sebelum tahun 2030.

Guterres kemudian menceritakan bahwa emisi global wajib turun sebesar 9% setiap tahun antara dikala ini dan 2030 untuk menjaga batas 1,5 derajat Celcius. Tahun lalu, emisi global naik 1%.

Biaya untuk krisis iklim akan terus bertambah tanpa adanya perbuatan yang berarti.

“Walaupun besok emisi menempuh nol, sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa kekacauan iklim masih akan menelan tarif setidaknya US$ 38 triliun per tahun pada tahun 2050,” kata Guterres.

Bahan Bakar Fosil
Krisis iklim telah menjadi informasi utama dalam masa jabatan Guterres semenjak dia menjadi diplomat tertinggi di dunia tujuh separo tahun yang lalu. Dia telah berulang kali menyerukan penghentian pemakaian batu bara dan bahan bakar fosil lainnya dan beralih ke tenaga terbarukan yang lebih bersih seperti tenaga angin dan tenaga suryag yang telah mewujudkan hampir sepertiga kapasitas listrik dunia.

Dia mempersembahkan peringatannya dengan mendesak bank-bank untuk berhenti membiayai proyek-proyek minyak, batu bara dan gas dan sebagai gantinya berinvestasi pada tenaga terbarukan.

Dia juga minta negara-negara untuk melarang iklan dari produsen bahan bakar fosil dan mengatakan bahwa platform informasi dan teknologi wajib berhenti menerima iklan mereka.

“Aku menyerukan terhadap para pemimpin industri bahan bakar fosil untuk memahami bahwa jikalau Anda tidak berada di trek pesat menuju transformasi tenaga bersih, Anda membawa bisnis Anda ke jalan buntu dan menyeret kita semua,” ujar Sekjen PBB.

Guterres menambahkan bahwa industri minyak dan gas hanya menginvestasikan 2,5% dari sempurna pengeluaran untuk tenaga bersih pada tahun lalu. Dia mendesak perusahaan-perusahaan relasi masyarakat dan pelobi untuk berhenti menunjang industri “penghancuran planet” ini dan meninggalkan klien-klien hal yang demikian.

“Banyak orang di industri bahan bakar fosil yang tanpa malu-malu melakukan greenwashing, malah dikala mereka berusaha untuk menunda aksi iklim – dengan lobi, ancaman peraturan, dan kampanye iklan yang besar-besaran,” katanya.

error: Content is protected !!