Propaganda Pengeras Suara Korsel terhadap Korut Diaudit karena Terlalu Pelan

Propaganda Pengeras Suara

Pengeras suara yang digunakan oleh Korea Selatan untuk melancarkan perang psikologis terhadap Korea Utara menghadapi audit dan pertarungan hukum yang menunjukkan bahwa pengeras suara selanjutnya terlampau pelan, sehingga mengundang pertanyaan mengenai seberapa jauh pesan propaganda mereka sanggup menjangkau Korea Utara yang tertutup. Korea Selatan melanjutkan siaran pengeras suara yang ditujukan kepada Korea Utara terhadap 9 Juni untuk pertama kalinya sejak perjanjian antar-Korea yang saat ini tidak berlaku lagi melarangnya terhadap 2018.

Pengeras Suara Korsel terhadap Korut Dikoreksi Propaganda Karena Terlalu Pelan

Pengeras suara yang tersedia selagi ini merupakan bagian dari 40 proses yang dibeli terhadap 2016 sehabis ke-2 Korea saling bertukar tembakan artileri didalam perselisihan 2015 mengenai siaran. Militer menyebutkan bahwa proses ini dirancang untuk menyiarkan musik pop dan pesan politik sejauh 10 kilometer, cukup untuk menjangkau kota Kaesong dan hampir 200.000 penduduknya. Namun audit yang dirilis terhadap selagi itu, yang diamati oleh Reuters, menunjukkan bahwa speaker baru selanjutnya tidak memenuhi standar selanjutnya dan tidak sekuat yang diminta oleh militer.

Menurut mantan perwira angkatan laut Kim Young-su, kendati speaker selanjutnya lulus dua dari tiga tes awal terhadap 2016, uji cobalah dikerjakan terhadap pagi hari atau malam hari, saat suara menjangkau jarak terjauh. Korea Selatan jarang mengoperasikan speaker terhadap waktu-waktu selanjutnya sekarang, sehingga tidak terlampau mengganggu penduduk Korea Selatan di sekitarnya, kata Kim, yang menyelidiki dan memberikan persoalan ini kepada pengawas korupsi pemerintah dan polisi.

Masalah ini memicu Kementerian Pertahanan Nasional menggugat produsen, tapi pengadilan menampik persoalan ini, bersama dengan menyebutkan bahwa terlampau banyak aspek lingkungan yang sanggup merubah kinerja. Pengujian terhadap 2017 menunjukkan bahwa pesan atau lagu dari pengeras suara tidak sanggup dipahami lebih jauh dari 7 kilometer, dan lebih kerap lebih dekat ke 5 kilometer, menurut audit dan Kim, tidak cukup untuk menjangkau kota layaknya Kaesong.

Kementerian menyebutkan kepada Reuters didalam sebuah pernyataan bahwa kinerja sanggup begitu banyak ragam terkait terhadap kondisi layaknya suhu, kelembapan, dan medan, tapi mereka tidak berasumsi kinerja pengeras suara itu terbatas. Kim Sung-min, yang membelot dari Korea Utara terhadap th. 1999 dan mengelola stasiun radio Seoul yang menyiarkan berita ke Korea Utara, menyebutkan bahwa daerah perbatasan yang bergunung-gunung dan pengeras suara punya Korea Utara di daerah itu jadi kurangi jangkauan perang psikologis Korea Selatan.

Siaran Korea Utara tidak cukup ditujukan untuk memenangkan hati penduduk di Korea Selatan dan lebih ditujukan untuk “menekan” siaran Korea Selatan bersama dengan cara mengalahkan atau mengacaukan pesannya, katanya. Namun, bagi warga Korea Utara yang mendengar pesan-pesan Korea Selatan atau lagu-lagu K-Pop yang menarik yang dilarang di Korea Utara, siaran ini sanggup miliki efek psikologis yang signifikan, kata Kim Sung-min.

Artikel Lain-nya: Top 3 Dunia: Pesan Ali Khamenei, Ibadah Haji Dimulai, Salat Idul Adha di Masjid Al Aqsa

“Siaran ini berperan didalam menanamkan kerinduan dapat dunia luar, atau memicu mereka paham bahwa buku pelajaran yang sepanjang ini mereka menerima tidak benar,” katanya. Setidaknya dua tentara Korea Utara dari garis depan membelot ke Korea Selatan terhadap 2017 sehabis mendengarkan siaran pengeras suara, demikianlah laporan fasilitas lokal, mengutip pejabat Korea Selatan.

Reaksi Korea Utara yang marah terhadap siaran selanjutnya termasuk menunjukkan bahwa pengeras suara itu memicu negara otoriter itu kesal, kata Steve Tharp, seorang pensiunan perwira Angkatan Darat AS yang menggunakan selagi bertahun-tahun bekerja di sepanjang perbatasan. “Kami paham bahwa Korea Utara menganggapnya sebagian efisien sebab mereka sudah menggunakan banyak selagi untuk mematikannya,” katanya.

error: Content is protected !!