Modus Konglomerat Properti Vietnam Gelapkan Rp194 T dari Bank

korupsi terbesar bos properti vietnam

Konglomerat properti Truong My Lan ditangkap kepolisian Vietnam karena menggelapkan dana 304 triliun dong atau sekitar Rp194 triliun pada Oktober 2022 lalu. Kasus tersebut mendapat perhatian publik karena dana yang ditilap sangat besar. Sebagai gambaran, nilainya setara 3,2 persen pendapatan domestik bruto (PDB) Vietnam. Modus yang dilakukan bos pengembang properti Van Thinh Phat Holdings Group itu adalah dengan menilap uang dari Saigon Commercial Bank (SCB). Lan disebut sebagai pemegang saham mayoritas bank tersebut.

Lan juga memanfaatkan lebih dari 1.000 anak perusahaan dalam dan luar negeri untuk mengambil pinjaman dari SCB. “Memanfaatkan lebih dari 1.000 anak perusahaan dalam dan di luar negeri untuk mengambil pinjaman hingga 40 miliar Euro dari Saigon Commercial Bank lalu mengalokasikannya ke pihak ketiga melalui perusahaan gelap yang dibentuk oleh dirinya dan keluarga,” tulis DW.

Setahun setelah penangkapannya, polisi masih berupaya mengungkap jaringan perusahaannya, yang mencakup lebih dari 1.000 perusahaan, sebagian besar perusahaan kecil, yang didirikan untuk mendapatkan pinjaman bank. Dilansir dari berbagai sumber, Lan lahir di judi bola terpercaya Saigon, Vietnam pada 13 Oktober, 1956. Keluarganya adalah imigran dari China. Tak banyak cerita tentang masa kecil Lan. Mengutip SCMP, Lan sempat berjualan aksesoris di sebuah pasar di Distrik 5 Kota Ho Chi Minh.

Baca Juga : Ammar Zoni dan Irish Bella Masih Berkomunikasi Baik

Pada 1992, Lan mendirikan Van Thinh Phat Limited Liaibility Company. Awalnya, perusahaan bergerak di bidang perdagangan, restoran, dan hotel. Setelah itu, ia melebarkan sayap ke sektor real estat yang diduga berkembang pesat berkat bantuan koneksi politik. Dalam beberapa tahun, Lan berhasil mendapatkan beberapa properti paling berharga di kota tersebut, termasuk beberapa di Nguyen Hue Boulevard, salah satu jalan termahal di Asia. Dia memupuk dukungan politik dengan menjadi sponsor yang murah hati untuk inisiatif-inisiatif kota besar.

Pada 2007, ia mendirikan Van Thinh Phat Group (VTP Group Holdings) dengan modal dasar 6 triliun VND. Di perusahaan itu, Lan mengempit 80 persen saham, setara dengan kontribusi modal senilai 4,8 triliun dong. Pertumbuhan kerajaan bisnis Lan diduga dipicu oleh pengambilan utang dalam jumlah besar melalui pasar obligasi komersial. Bisnisnya menerbitkan 25 jenis obligasi berbeda yang dijual secara agresif melalui SCB dan menghasilkan 30 triliun dong.

Sebagian besar modal Lan diperoleh melalui pinjaman bank. Lan diduga mengendalikan 91 persen SCB, melalui 27 nominasi, dan antara Februari 2018 dan Oktober tahun lalu, 93 persen pinjamannya diarahkan ke VTP dan perusahaan cangkangnya tanpa jaminan, jadwal pembayaran, atau uji tuntas normal. Namun, Lan berhasil lolos dengan menyuap regulator senior di bank sentral dan 23 regulator negara lainnya dengan uang sebesar US$5,2 juta untuk memalsukan laporan pengawasan mereka terhadap SCB dan menyembunyikan kredit macet serta bukti kesalahan.

Nama Lan juga sempat muncul pada Panama Paper sebagai beneficiary dari EuroAsia. ID Concept Group Limited, perusahaan cangkang dengan alamat terdaftar di “surga pajak” British Virgin Island. Lan menikah dengan pengusaha real estat Hong Kong Eric Chu Nap Kee dan memiliki seorang putri Chu Duyen Phan. Keluarga Lan merupakan salah satu keluarga terkaya di Vietnam.

Bos Properti Vietnam Korupsi Rp192 Triliun, Terbesar di Asia Tenggara!

Konglomerat properti Van Thinh Phat Holdings Group asal Vietnam yakni Truong My Lan diduga tersandung kasus penggelapan dana mencapai US$12,4 miliar atau Rp192 triliun. Melansir informasi yang dibagikan oleh DW.Com, Rabu, skandal korupsi jumbo tersebut bahkan nilainya mencapai 3 persen dari total pendapatan domestik bruto (PDB) Vietnam. Aksi korupsi yang dilancarkan oleh Truong My Lan pertama kali terendus pada 17 November 2023 oleh Kementerian Keamanan Publik.

Dalam perinciannya, My Lan diketahui menggelapkan dana sebesar Rp192 triliun ke Saigon Commercial Bank. Sebagai catatan, My Lan sendiri merupakan saham mayoritas dari bank tersebut. “My Lan, yang pertama kali ditangkap tahun lalu, mengoperasikan jaringan luas yang mencakup lebih dari 1.000 anak perusahaan dalam dan luar negeri,” tulis DW dalam laporannya, dikutip Rabu.  Tak hanya itu, My Lan bahkan dilaporkan juga memiliki pinjaman mencapai Rp668 triliun atau sekitar US$43,9 miliar dari Saigon Commercial Bank.

Seiring dengan terungkapnya kasus tersebut, Komisi Urusan Dalam Negeri dari Komite Sentral Partai Komunis merekomendasikan pembukaan penyelidikan terhadap 23 pejabat negara lainnya. Sebanyak 12 orang di antaranya berasal dari Bank Negara Vietnam, Bank Sentral Negara tersebut. Untuk diketahui sebelumnya, skandal korupsi tersebut digadang-gadang menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Bahkan kasus My Lan tersebut mengalahkan skandal 1Malaysia Development Berhad pada 2010 yang melibatkan pencurian uang negara mencapai Rp68,6 triliun.

error: Content is protected !!