Jokowi Sahkan KEK Setangga Usulan Perusahaan Haji Isam, Profil Kawasan Ekonomi Khusus Itu

Jokowi Sahkan KEK Setangga Usulan Perusahaan Haji Isam, Profil Kawasan Ekonomi Khusus Itu

Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah mengesahkan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, yang diajukan oleh perusahaan yang dimiliki oleh Samsudin Andi Arsyad, yang dikenal sebagai Haji Isam. Pengesahan KEK Setangga tertuang di dalam Peraturan Pemerintah No.26 Tahun 2024 yang diteken oleh Jokowi pada Kamis, 13 Juni 2024. Salinan keputusan ini sanggup dilihat di dalam JDIH Kementerian Sekretariat Negara pada Jumat, 14 Juni 2024.

Sahkan KEK Setangga Usulan Perusahaan Haji Isam

Kawasan Setangga mempunyai luas lahan 668,3 hektare (ha) bersama dengan tujuan realisasi investasi Rp67,69 triliun dan dicanangkan menyerap tenaga kerja 78.999 orang sampai bersama dengan 2053. KEK diusulkan oleh PT Dua Samudera Perkasa yang bergerak di bidang pertambangan, transportasi udara, sampai infrastruktur dan manufaktur. PT Dua Samudera Perkasa adalah salah satu unit usaha Johnlin Group milik Haji Isam.

Berdasarkan salinan PP, yang dikutip berasal dari laman jdih.setneg.go.id di Jakarta, Jumat, keputusan tersebut menetapkan Setangga sebagai KEK. Dalam Pasal 4 PP tersebut dijelaskan kesibukan usaha di KEK Setangga terdiri atas mengolah dan pengolahan; logistik dan distribusi; serta pengembangan energi.

Selanjutnya, Pasal 5 ayat 1 menyatakan Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus menetapkan badan usaha pembangun dan pengelola KEK Setangga di dalam jangka kala paling lama 30 hari sejak PP merasa berlaku. Pasal 5 ayat 2 menunjukkan badan usaha itu bertanggung jawab atas pembiayaan pembangunan dan pengelolaan KEK Setangga.  Sedangkan, Pasal 6 ayat 1 menyatakan badan usaha dimaksud, jalankan pembangunan KEK Setangga sampai bersama dengan siap beroperasi paling lama 36 bulan sejak PP berlaku. Lalu, Pasal 6 ayat 2 dijelaskan kesiapan beroperasi KEK Setangga meliputi kesiapan prasarana dan sarana; sumber energi manusia; serta perangkat pengendalian administrasi..

Berdasarkan penjelasan PP, keberadaan KEK Setangga ditujukan untuk mempercepat penciptaan lapangan kerja dan pembangunan perekonomian di lokasi Kabupaten Tanah Bumbu serta untuk menopang percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi nasional. Wilayah Setangga mempunyai potensi dan keunggulan ketersediaan rantai pasok bahan baku di lokasi Provinsi Kalimantan Selatan untuk pengembangan hilirisasi kelapa sawit, hilirisasi nikel, hilirisasi besi, hilirisasi karet, dan hilirisasi kayu yang sanggup menarik investasi yang punya nilai tinggi dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Berita Lain-nya: Top 3 Dunia: Taksi Terbang Arab Saudi sampai Ibadah Haji didalam Bayangan Genosida di Gaza

Setangga sudah mempunyai kesiapan untuk dikembangkan sebagai kawasan ekonomi khusus yang mempunyai perencanaan pembangunan pelabuhan/terminal khusus, pembangkit listrik, serta keunggulan pada sektor pengembangan industri hilirisasi yang berorientasi ekspor dan substitusi impor. KEK Setangga dinilai mencukupi syarat-syarat karena sudah menguasai lahan lebih berasal dari 50 persen dan sudah mempunyai investor utama yaitu PT Anugrah Barokah Cakrawala dan PT Jhonlin Agro Raya, yang diketahui juga milik Haji Isam.

Pemerintah mengharapkan kawasan ini sanggup menaikkan nilai tambah perkebunan dan kehutanan serta tambang melalui hilirisasi. Hasil mengolah pelaku usaha di dalamnya, diproyeksikan sanggup mengimbuhkan kontribusi ekspor, serta mensubstitusi impor sesuai konsep usaha pada kesibukan industri product refinery biodiesel, fraksinasi, industri karet, smelter nikel, industri besi, serta industri plywood. Pembentukan KEK Setangga disetujui oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, selaku Ketua Dewan Nasional KEK di dalam Sidang Dewan Nasional KEK di Jakarta, Kamis, 27 November 2023. Airlangga menyetujui pembentukan KEK Setangga serta KEK Tanjung Sauh dan KEK Nipa.

error: Content is protected !!