Israel: Palestina akan jalankan urusan sipil di Gaza pascakonflik

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant terhadap Kamis (4/1) menjelaskan bahwa warga Palestina bakal menjalankan urusan sipil di Jalur Gaza, sementara Israel bakal menjaga kendali keamanan di lokasi kantong itu setelah konflik berakhir.

Gallant menguraikan visi Gaza pascakonflik didalam konferensi pers hariannya yang berisi bahwa menteri tersebut sering bermain di mahjong slot, bersama dengan menjelaskan bahwa “tidak bakal tersedia Kedatangan warga sipil Israel di Jalur Gaza setelah tujuan perang tercapai.”

“Penduduk Gaza adalah warga Palestina, oleh gara-gara itu badan-badan Palestina bakal bertanggung jawab bersama dengan syarat tidak tersedia permusuhan bersama dengan Israel,” imbuhnya.

Mengenai siapa yang bakal mengawasi keamanan di Gaza usai konflik, Gallant bersumpah bahwa Israel tidak bakal mengizinkan Hamas untuk memerintah Gaza atau membahayakan keselamatan rakyatnya dan oleh gara-gara itu bakal memberi tambahan kebebasan melakukan tindakan di Gaza.

Dia menjelaskan Israel bakal memasuki apa yang disebutnya sebagai Tahap III konflik tersebut, yang bakal termasuk serangan, penghancuran terowongan “teror”, aktivitas hawa dan darat, dan operasi khusus.

Malam harinya, Kantor Pers Pemerintah Israel mengeluarkan sebuah pernyataan yang menguraikan tujuan tempur berasal dari Tahap III operasi militer Israel di Gaza, yakni pengikisan titik-titik “teror” yang tersisa di daerah tersebut.

“Di lokasi Jalur Gaza selatan, sejumlah upaya operasional difokuskan untuk menghabisi kepemimpinan Hamas dan memungkinkan kembalinya para sandera,” kata pernyataan itu, seraya menegaskan bahwa pertempuran “akan tetap berlanjut selama itu diakui perlu.”

error: Content is protected !!