Bagaimana Hubungan RI dengan China jika Prabowo Presiden?

Hubungan RI dengan China

Suara calon presiden no urut 2 Prabowo Subianto semakin melesat dalam hasil penghitungan saat real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) di penentuan presiden (pilpres) 2024. Data KPU per Rabu (21/2) pukul 16.00 WIB layaknya dilihat , tunjukkan Prabowo meraup 58,76 % suara, unggul jauh dibandingkan dua pesaingnya. Serta kami akan sedikit membahas soal permainan judi slot online yang tersedia dari situs joker123

Capres no urut 1 Anies Baswedan di posisi ke dua dengan perolehan 24,22 % suara. Disusul sesudah itu capres no urut 3 Ganjar Pranowo di kronologis ketiga dengan 17,02 % suara.

Duta Besar China untuk Indonesia, Lu Kang, mengucapkan selamat atas keunggulan Prabowo ini serta atas penyelenggaraan pemilu di Indonesia yang berlangsung baik.

“Selamat th. Naga. Terima kasih yang terhormat Pak Prabowo yang dengan cepat terima kunjungan dan ucapan saya,” demikian info unggahan Kedubes China.

Kementerian Luar Negeri China terhitung mengemukakan selamat atas pemilu di RI yang terselenggara dengan lancar.

“Indonesia adalah tetangga kami yang ramah. Kami mengucapkan selamat kepada Indonesia atas terselenggaranya penentuan presiden yang lancar dan sukses,” kata juru berkata Kemlu China Mao Ning.

Dalam kesempatan itu, Mao berkata soal pertalian RI-China jika Prabowo memimpin Indonesia. Dia berujar China bakal mempererat pertalian bilateral dengan RI dan memajukan pertumbuhan ekonomi ke dua belah pihak.

“China berusaha untuk terus bekerja sama dengan Indonesia untuk tetap berpegang pada tema utama membangun komunitas dengan era depan bersama, menjalin rasa saling percaya strategis tingkat tinggi, memperdalam kerja sama strategis di seluruh bidang, dan memajukan pertumbuhan China-Indonesia yang berkelanjutan, sehat dan stabil,” ujar dia.

Terlepas dari itu, bagaimana pertalian RI dengan China kecuali Prabowo menjadi presiden Indonesia?

Peneliti senior untuk studi Asia Tenggara dari instansi think tank Council on Foreign Relation (CFR), Joshua Kurlantzick, menilai Prabowo bisa saja mengambil alih sikap lebih tegas ke China mengenai isu maritim.

“Prabowo kemungkinan bakal mengambil alih pendekatan yang lebih pada tindakan maritim China,” kata KurlantzickĀ dikutip dari CFR.

Kurlantzick menilai demikian sebab melihat bahwa sang Menteri Pertahanan miliki ilmu soal keamanan regional dibandingkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“[Prabowo juga] berusaha menjadikan Indonesia sebagai aktor keamanan yang lebih kuat secara regional dan global,” kata dia.

Prabowo baru-baru ini mencerminkan kekhawatiran dia pada tingkah laku maritim China dengan memuji kesepakatan kapal selam kemitraan trilateral pada Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AUKUS).

Di bawah pemerintahan Jokowi, Indonesia dianggap lunak pada China soal maritim. Pemerintah lebih fokus mengakses keran investasi bagi Negeri Tirai Bambu.

Prabowo pun berpendapat Indonesia layak mendapat peran lebih besar dalam lembaga-lembaga global.

Kendati begitu, Kurlantzick terhitung menyebut Prabowo dalam hal ini tidak bakal mengambil alih jalan yang berseberangan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai usaha RI menyeimbangkan pertalian dengan Amerika Serikat dan China.

AS dan China sejak pernah berebut dampak di kawasan Indo-Pasifik. Associated Press menulis bahwa Indonesia merupakan medan pertempuran penting secara ekonomi dan politik di kawasan tersebut.

error: Content is protected !!