Apa maksud Al-Qur’an Sebagai Syifa atau Obat, Tafsir Surah Al-Isra Ayat 82

Membaca Al-Qur’an bukan cuma ialah ibadah yang akan mendapatkan pahala di sisi Allah, tetapi manfaat lain dari Al-Qur’an ialah syifa atau obat. Sebagai obat, Al-Qur’an cakap menyembuhkan penyakit-penyakit lahir dan batin. Firman Allah SWT:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, walaupun bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) cuma akan menambah kerugian.” (QS. Al-Isra : 82).

Hal senada juga dibeberkan juga dalam firman Allah surah Yunus ayat 57. Dalam Surah ini dibeberkan bahwa syifa ialah obat bagi penyakit yang ada dalam dada.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ
“Aduhai manusia! Sungguh, sudah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam spaceman slot dada dan tanda serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Yunus : 57)

Lalu apa maksud Al-Qur’an sebagai syifa atau obat, apakah obat yang dimaksud untuk sakit lahiriah atau psikologis? Simak review berikut ini.

Ini Maksudnya

Menukil Republika, Imam Al-Qurthubi menjelaskan, ada beberapa pendapat dalam menafsirkan kata syifa` pada ayat itu. Pertama, Alquran dapat menjadi terapi bagi jiwa seseorang yang dalam situasi kebodohan dan keraguan.

Kedua, Al-Quran membuka jiwa seseorang yang tertutup dan menyembuhkan jiwa yang rapuh. Ketiga, membaca Alquran juga menjadi terapi untuk menyembuhkan penyakit lahiriah.

Dengan demikian berdasarkan Imam Al-Qurtubi, maksud Syifa dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 82 bahwa Al-Qur’an cakap menjadi obat yang cakap menyembuhkan penyakit lahiriah dan rohani.

Obat Penyakit Lahiriah dan Rohani

Hal yang sama juga dikemukakan Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Membaca Alquran dapat mengobati penyakit lahiriah dan rohani seseorang. Bagi Ibnu Qayyim, sumber penyakit rohani saat seseorang menuntut ilmu bukan menginginkan ridha Allah, kemudian menjalani hidup dengan tujuan yang salah.

Jika seseorang menuntut ilmu bukan sebab Allah dan tujuan hidupnya bukan mencari ridha Allah, situasi ini akan mengakibatkan kesesatan, kerusakan, penyakit lahiriah, dan rohani. Obat penawar yang mujarab untuk mengobati kedua penyakit ini ialah mengakrabkan diri dengan Alquran.

Alquran memberi nasehat jalan terbaik untuk mengoptimalkan eksistensinya, mengoptimalkan karakter baiknya, dan menjadikannya mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat. Terpenting lagi, seseorang yang mengakrabkan diri dengan Alquran, ia akan mendapatkan pertolongan Alquran di hari akhir zaman.

Sebagaimana dalam penjelasan hadis Nabi Muhammad SAW:

اقْرَؤوا القُرْآنَ، فإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القيامةِ شَفِيعًا لأَصْحابِهِ
“Bacalah Alquran sebab sesungguhnya pada hari akhir zaman ia akan hadir memberikan pertolongan terhadap orang-orang yang membacanya.” (HR Baihaqi).

Dalam kisah, seseorang yang jiwanya sedang gelisah mendatangi Abdullah Ibn Mas’ud. Orang hal yang demikian meminta tuntunan terhadap Ibn Mas’ud, terkait situasi hatinya yang gelisah.

Kemudian, Ibn Mas’ud memberi nasehat orang itu untuk membaca Alquran, mendengarkan bacaan Alquran orang lain, mendatangi tempat di mana banyak orang membaca Alquran, dan memahami perintah Allah dalam Alquran. Setelah mengamalkan saran Ibn Mas’ud untuk bersahabat dengan Alquran, orang itu merasakan ketenangan jiwa, kejernihan pikiran, dan kesehatan lahiriah.

error: Content is protected !!